***Selamat Datang di Halaman WEBku yang Pertama***Ayo belajar dan cari pengetahuan diblog sederhana milikku*** ***Selamat Datang di Halaman WEBku yang Pertama***Ayo belajar dan cari pengetahuan diblog sederhana milikku*** ***Selamat Datang di Halaman WEBku yang Pertama***Ayo belajar dan cari pengetahuan diblog sederhana milikku***

Sabtu, 22 Oktober 2011

Encoding DATA




 
PENGERTIAN 

Setiap data mempunyai kode yang berbeda satu sama lain. Kode berupa kumpulan simbol khusus yang digunakan untuk membentuk sebuah data. Sekumpulan symbol khusus yang digunakan untuk mewakili sebuah data atau kode data merupakan sekumpulan bilangan atau angka yang memiliki aturan tertentu. Sistem bilangan yang dipakai pada komputer adalah biner (2 simbol), octal (8 simbol), heksadesimal (16 simbol).

Suatu cara penggambaran himpunan simbol yang digunakan dalam komunikasi data agar data yang dikirimkan oleh peralatan pengirim dapat diterima dan dimengerti oleh peralatan penerima.

Teknik Encoding :
Untuk pensinyalan digital, suatu sumber data g(t) dapat berupa digital atau analog yang di encode menjadi suatu sinyal digital x(t)
Untuk pensinyalan analog, input sinyal m(t) dapat berupa analog atau digital dan disebut sinyal pemodulasi (sinyal baseband), yang dimodulasi menjadi sinyal termodulasi s(t). Dasarnya adalah memodulasi sinyal carrier yang sesuai dengan medium transmisinya. Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.

Teknik Pengkodean :
Skema pengkodean adalah pemetaan sederhana mulai dari bit-bit data sampai menjadi elemen-elemen sinyal.




A.   Data digital sinyal digital
Elemen sinyal : tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary yang ditransmisiskan dengan meng-encode tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal.
Sinyal unipolar : semua elemen sinyal yang mempunyai tanda yang sama, yaitu positif semua atau negative semua.  
Sinyal polar : elemen-elemen sinyal dimana salah satu kondisi logikanya diwakili oleh level tegangan positif dan yang lainnya level tegangan negatif.
Durasi : atau lebar suatu bit , yaitu waktu yang dibutuhkan oleh transmitter untuk memancarkan bit tersebut.
Modulation rate : kecepatan dimana level sinyal berubah, dinyatakan dalam Bauds atau elemen sinyal perdetik.
Mark = digit binary ‘1’  
Space = digit binary ‘0’

Interpretasi Sinyal
Tugas Receiver dalam mengartikan sinyal digital :

• Receiver harus mengetahui timing setiap bit.

• Receiver harus menentukan apakah level sinyal dalam posisi bit 1 (high) atau 0 (low).

   Faktor kesuksesan receiver mengartikan sinyal datang : 
  1. Data rate (kecepatan data) : peningkatan data raa akan meningkatkan bit error rate (kecepatan terjadinya kesalahan bit).
  2. Rasio S/N (signal to Noise Ratio / SNR) : Peningkatan S/N akan menurunkan bit error rate.
  3. Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat meningkatkan data rate.
Perbandingan Skema Encoding, Lima faktor yang perlu dinilai dan dibandingkan dari berbagai skema encoding :

Spektrum sinyal : desain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi ; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal, digunakan desain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
Clocking : menentukan awal dan akhir dari setiap posisi bit dengan mekanisme sinkronisasi yang berdasarkan pada sinyal transmisi.
Deteksi error : dibentuk dalam skema fisik encoding sinyal.
Interferensi sinyal dan kekebalan terhadap noise : beberapa kode lebih baik dari yang lain.
Biaya dan kompleksitas : semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.


Skema Encoding
1. Non return to zero level (NRZ-L)

    Yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif untuk binary lainnya (dua perbedaan tegangan untuk bit-0 dan bit-1.
     Tegangan konstan selama interval bit ; tidak ada transisi untuk kembali ke tegangan nol, misalnya.
   Penerapan : tegangan konstan positif untuk ‘1’ dan tidak ada tegangan untuk ‘0’, atau tegangan negatif untuk nilai ‘1’ dan positif untyuk nilai yang lain.
2. Non return to zero inverted (NRZ-I)
    Yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary ‘1’ untuk bit time tersebut. ; tidak ada transisi berarti binary ‘0’, sehingga NRZI merupakan salah satucontoh dari differensial encoding.
 
* Kelemahan NRZ-L dan NRZ-I :
• Keterbatasan dalam komponen dc
• Kemampuan sinkronisasi yang buruk 

3. Multilevel Binary
Yaitu suatu kode yang menggunakan 2 level sinyal, yaitu :
 *Bipolar-AMI :
o   Suatu kode dimana binary ‘0’ diwakili dengan tidak adanya sinyal garis dan binary ‘1’ diwakili oleh suatu pulsa positif atau negatif yang berubah-ubah polaritasnya.
o Tidak ada loss sync jika terdapat deretan satu yang panjang (deretan nol dapat saja terjadi masalah).
o   Tidak ada net komponen DC.
o   Bandwidth yang lebih rendah
o   Mudah dalam deteksi kesalahan
* Pseudoternary :
o   Suatu kode dimana binary ‘1’ diwakili dengan tidak adanya sinyal garis dan binary ‘0’ oleh pergantian pulsa-pulsa positif dan negatif.
* Keunggulan Multilevel binary dibanding 2 teknik NRZ :
• Kemampuan sinkronisasi yang baik.
• Tidak menangkap komponen dc
• Pemakaian bandwidth yang lebih kecil.
• Dapat menampung bit informasi lebih banyak

* Kelemahan Multilevel binary dibanding 2 teknik NRZ :
Diperlukan receiver yang mampu membedakan 3 level (+A , -A , 0 ) sehingga membutuhkan lebih dari 3 db kekuatan sinyal dibandingkan NRZ untuk probabilitas bit error yang sama. 
4. Biphase, Terdapat dua teknik biphase, yaitu :
Manchester : kode dimana ada suatu transisi pada setengah dari periode tiap bit : transisi low ke high mewakili binary ‘1’ dan high ke low mewakili binary ‘0’.
Differential manchester : kode dimanan binary ‘0’ diwakili oleh adanya transisi di awal periode suatu bit dan binary ‘1’ diwakili oleh ketiadaan transisi di awal periode suatu bit. 
* Keuntungan rancangan biphase :
Sinkronisasi : karena adanya transisi setiap bit time, receiver dapat men-sinkron-kan transisi tersebut. Hal ini disebut ‘self clocking codes’.
   Tidak ada komponen dc.
•  Deteksi terhadap error : ketiadaan transisi yang diharapkanm, dapat dipakai untuk mendeteksi error. 
* Kekurangan rancangan biphase :
   Memakai bandwidth yang lebih lebar dari multilevel binary.
   Kecepatan modulasi maksimum 2 kali NRZ.

5. Bipolar with 8-zeros substitution (B8ZS)
Suatu kode yang , Jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang mendahului oktaf ini adalah positif, maka 8 nol dari oktaf tersebut di-encode sebagai  000+ -0- +
Jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang mendahului oktaf ini adalah negatif, 
 
6. High density bipolar 3-zeros (HDB3)
Suatu kode yang menggantikan string-string dari 4 nol dengan rangkaian yang mengandung satu atau dua pulsa yang disebut kode violation. Jika violation yang terakhir positif maka violation ini pasti negatif dan sebaliknya.


B.   Data Digital Sinyal Analog
Transimisi data digital dengan menggunakan sinyal analog. Contoh umumnya yaitu public telephone network (300-3400Hz). Device yang dipakai adalah modem (modulator dan de-modulator) yang mengubah data digital ke sinyal analog (modulator) dan mengubah sinyal analog ke digital (demudulator).
Teknik Encoding :
1. Amplitudo shift Keying (ASK)
Dua binary diwakilkan dengan dua amplitudo frekuensi carrier (pembawa) yang berbeda atau dinyakatan sebagai :
A cos (2 π fct + θc ) binary ‘1’ --sinyal carrier
S(t) =

0 binary ‘0’
data rate hanya sampai 1200 bps pada voice grade line ; dipakai dalam transmisi melalui fiber optik.
2. Frequency Shift Keying (FSK)
Dua binary diwakilkan dengan dua frekuensi yang berbeda yang dekat dengan frekuensi carrier atau dinyatakan sebagai :

A cos (2 π f1 t + θc ) binary ‘1’
S(t) =
A cos (2 π f2 t + θc ) binary ‘0’
data rate dapat mencapai 1200 bps pada voice grade line ; dipakai dalam transmisi radio frekuensi tinggi dan local network dengan frekuensi tinggi yang memakai kabel coaxial.
3. Phase Shift Keying
Binary ‘0’ diwakilkan dengan mengirim satu sinyal dengan fase yang sama terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan binary ‘1’ diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fase berlawanan terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya, atau dapat dinyatakan sebagai :
A cos (2 π fc t + π ) binary ‘1’
S(t) =
A cos (2 π fc t ) binary ‘0’
Bila elemen persinyalan mewakili lebih dari satu bit, maka bandwidth yang dipakai lebih efisien, sebagai contoh Quadrature phase shift keying (QPSK) memakai beda fase setiap 900.
A cos (2 π fc t + 45&δεγ ) binary ‘11’
A cos (2 π fc t + 135&δεγ ) binary ‘10’
S(t) =
A cos (2 π fc t + 225&δεγ) binary ‘00’
A cos (2 π fc t + 315&δεγ ) binary ‘01’
Setiap elemen sinyal mewakili 2 bit ; jadi terdapat 12 sudut fase yang memakan modem standar 9600 bps.

* Kinerja Skema Modulasi Digital ke Analog :
􀃂 Bandwidth :
Bandwidth ASK dan PSK berhubungan langsung ke bit rate (kecepatan bit).
Bandwidth FSK berhubungan ke data rate untuk frekuensi-frekuensi lebih rendah, tetapi berhubungan dengan offset frekuensi yang termodulasi dari sinyal carrier, pada frekuensi tinggi
􀃂 Ketika terdapat noise, bit error rate dari PSK lebih tinggi 3 dB (superior) terhadap ASK dan FSK.

C. Data Analog sinyal Digital
Digitalisasi : Proses transformasi data analog ke sinyal digital
Tiga hal yang umum terjadi setelah proses digitalisasi :
•   Data digital dapat ditransmisi menggunakan NRZ-L
•   Data digital dapat di-encode sebagai sinyal digital memakai kode selain NRZ-L dengan  beberapa langkah tambahan.
• Data digital dapat diubah menjadi sinyal analog, menggunakan salah satu teknik modulasi.

Codec (coder – decoder) : device yang digunakan untuk mengubah data analog menjadi bentuk digital untuk transmisi dan kemudian untuk mendapatkan kembali data analog dari data digital tersebut.

Teknik Encoding dalam codec :
1.      1.     Pulse Code Modulation (PCM)
Dilakukan berdasarkan teori sampling, frekuensi sampling (fs ) harus lebih besar atau sama dengan 2x frekuensi tertinggi sinyal (fh ), atau diformulasikan :
fs > = 2 fh
Jika sinyal asal dianggap mempunyai bandwidth B, maka kecepatan pengambilan sampel yaitu 2B atau 1/2B detik Sampel-sampel ini diwakilkan sebagai pulsa-pulsa pendek yang amplitudonya proporsional terhadap nilai dari sinyal asal. Proses mewakilkan ini disebut pulse amplitudo Modulation (PAM).
Lalu amplitudo setiap pulsa PAM dihampiri oleh n-bit integer, misalnya n=3 maka 23 = 8 level yang mungkin terjadi. Suatu sistem 4 bit akan memberikan 16 level.
2.      2.    Delta Modulation (DM)
•      Input analog ditransformasikan dengan fungsi tangga (stairs Function).
•     Gerakan ke atas atau ke bawah 1 level (δ)terjadi pada setiap interval pencuplikan, disebut perilaku biner.
•      Operasi DM
•      Kinerja DM

D. Data Analog sinyal Analog
Sebab perlunya proses modulasi sinyal analog :
􀃂 Frekuensi yang lebih tinggi dapat memberikan transmisi yang lebih efisien.
􀃂 Antena-antena yang ada dapat dimanfaatkan Frequency Division Multiplexing (FDM).
Teknik Modulasi memakai data analog :
•      Amplitudo Modulation
•      Frequency Modulation
* Phase Modulation

1. Amplitudo Modulation
􀃂 Dikenal sebagai sideband transmitter carrier (DSBTC).
􀃂 Jenis AM :
o   Single side band (SSB) : dimana pengiriman hanya satu sideband dan menghapus sideband lain dan carriernya. Keuntungan : hanya separuh bandwidth yang dibutuhkan dan memerlukan power yang lebih kecil karena tidak ada power yang dipakai untuk mentransmisi carrier pada sideband lain.
o  Double Side Band Supressed Carrier (DSBSC) : dimana menyaring frekuensi carrier dan mengirimkan dua sideband. Keuntungan : menghemat power tetapi memakain bandwidth yang cukup besar.
o    Vestigial sideband (VSB) : menggunakan satu sideband dan mengurangi power carrier. 


Manfaat dari Pengkodean Data
Nah...manfaat dari Pengkodean data adalah dapat membantu pada pengubahan kode dari bahasa manusia ke bahasa mesin. Kode yang biasa digunakan dalam pengkodean data adalah BINER,, BCD, OKTAL, HEKSADESIMAL. 






Minggu, 09 Oktober 2011

Penerapan Komunikasi Data dalam Kehidupan Sehari-hari


Komunikasi data dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan. Karena sangat membantu proses suatu pekerjaan agar dapat berjalan lancar dan tidak memakan waktu yang cukup lama. Komunikasi data biasanya di gunakan dalam dunia bisnis dan dunia pendidikan. 




Minggu, 02 Oktober 2011

GPS



>>>>>Pengertian GPS<<<<<
GPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi satelit yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD = United States Department of Defense).
GPS memungkinkan pengguna mengetahui letak posisi geografis diri kita baik itu dari segi lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut. Jadi dimanapun kita berada di muka bumi ini, kita dapat mengetahui posisi kita dengan tepat.
GPS itu bukan Kompas magnetik, kecuali disebutkan bahwa perangkat GPS tersebut memiliki fungsi sebagai kompas magnetik sehingga tahu dimana arah Utara. Namun demikian GPS dapat memberitahu arah mana kita BERGERAK, sehingga kita dapat mengetahui dimana arah Utara. Apabila anda tidak bergerak, maka arah yang ditnjukkan kemungkinan benar SALAH
Teknologi GPS
  Teknologi GPS dapat digunakan oleh siapa saja, yang kita butuhkan hanya membeli perangkat penerima GPS dan selanjutnya informasi posisi dapat kita dapatkan tanpa membayar apapun.         
  Informasi GPS ditransmisikan oleh beberapa satelit (tiga satelit misalnya) sehingga GPS receiver mampu mengkalkulasi dan menampilkan seakurat mungkin posisi, kecepatan dan informasi waktu kepada pengguna GPS. Keistimewaan GPS adalah mampu bekerja dalam berbagai kondisi cuaca.
siang atau malam. Keakuratan sebuah perangkat GPS bisa mencapai 15 meter, bahkan model terbaru yang dilengkapi teknologi Wide Area Augmentation System (WAAS) keakuratannya sampai 3 meter.

 GPS dipergunakan pada berbagai bidang antara lain, sistem navigasi pesawat, laut dan darat, pemetaan dan geodesi, survei, sistem penentuan lokasi, pertanian, eksplorasi sumber daya alam, dan masih banyak lagi

>>>>>Cara Kerja Dari GPS<<<<<

Perangkat GPS menerima sinyal dari satelit dan kemudian melakukan perhitungan sehingga pada tampilan umumnya kita dapat mengetahui posisi (dalam lintang dan bujur), kecepatan, dan waktu. Disamping itu juga informasi tambahan seperti jarak, dan waktu tempuh. Posisi yang ditampilkan merupakan sistem referensi geodetik WGS-84 dan waktu merupakan referensi USNO (U.S. Naval Observatory Time).
Setiap satelit mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42 MHz) dan L2 (1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur ”Anti-Spoofing” diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y.
Perangkat GPS yang dikhususkan buat sipil hanya menerima kode C/A pada sinyal L1 (meskipun pada perangkat GPS yang canggih dapat memanfaatkan sinyal L2 untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti.
Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian). Semakin banyak satelit yang diperoleh maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Apabila perangkat GPS kita berada dalam ruangan atau kanopi yang lebat dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sukar untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi.


GPS terdiri dari 3 segmen, yaitu :

1.      Segmen angkasa (Space Segment) inilah bagian yang terpenting merupakan bagian yang terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 altitude orbit yang terletak pada ketinggian 20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam). Satelite tersebut terletak sedemikian jauh karena merupakan jarak yang tepat jika memperhitungkan dari segi matematika, gangguan atmosfer, dan jangkauan wilayah satelit tersebut di bumi. Satelit tersebut memutari orbitnya sehingga minimal ada 6 satelit yang dapat dipantau pada titik manapun di bumi ini. Satellit tersebut mengirimkan posisi dan waktu kepada pengguna seluruh dunia.
GPS satelit tadi (24 buah tersebut) adalah milik US, kalau milik Rusia namanya GLONASS (ada 24 satelit), dan ada juga yang bernama GALILEO (satelit milik eropa). Selain daripada GPS, kedua kumpulan satelit lainnya jarang digunakan (atau belum) karena agak sukar untuk mengoperasikan dan menjaganya.

2.      Segmen Kontrol/Pengendali (Control Segment) yaitu stasiun kontrol di bumi. Dan ia berfungsi untuk memantau posisi dari satelit-satelit tersebut. Yang dimaksud terdapat pusat pengendali utama yang terdapat di Colorodo Springs, dan 5 stasiun pemantau lainnya dan 3 antena yang tersebar di bumi ini. Stasiun pemantau memantau semua satelit GOS dan mengumpulkan informasinya. Stasiun pemantau kemudian mengirimkan informasi tersebut kepada pusat pengendali utama yang kemudian melakukan perhitungan dan pengecekan orbit satelit. Informasi tersebut kemudian dikoreksi dan dilakukan pemuktahiran dan dikirim ke satelit GPS.
3.      Segmen Pengguna (User Segment), Yang termasuk kedalam segmen ini adalah user yang menggunakan GPS receiver. GPS Receiver sendiri terdiri atas berbagai teknologi dan aplikasi yang berbeda-beda. GPS receiver inilah yang akan mengkalkulasikan posisi dari sesuatu bend/orang/apapun yang kita cari, dan akurasi ketepatannya sekitar 10m. Pada sisi pengguna dibutuhkan penerima GPS (selanjutnya kita sebut perangkat GPS)yang biasanya terdiri dari penerima, prosesor, dan antena, sehingga memungkinkan kita dimanapun kita berada di muka bumi ini (tanah, laut, dan udara) dapat menerima sinyal dari satelit GPS dan kemudian menghitung posisi, kecepatan dan waktu.

Aplikasi GPS
Aplikasi GPS dapat dibagi kepada 5 kategori, yaitu:

    * Aplikasi untuk di darat (Land Applications)
    * Aplikasi untuk di laut (Marine Applications)
    * Aplikasi untuk militer (Military Applications)
    * Aplikasi untuk di udara (Air Applications)
    * Aplikasi ringan (Recreation Application)

GPS memiliki dua tingkat ketelitian:
1.      Sistem posisi standar (standard positioning system / SPS)
SPS merupakan yang disediakan untuk umum (sipil). Tingkat akurasi yang dihasilkan adalah 100 m untuk posisi horisontal dan 150 meter untuk posisi vertikal.
2.      Sistem posisi presisi (precision positioning system / PPS)
PPS digunakan oleh Departemen Pertahanan AS dan tidak disediakan untuk

Apakah Ponsel (Hand Phone) bisa ditambahkan perangkat GPS?
Beberapa ponsel sudah dilengkapi dengan GPS, contohnya Garmin NavTalk dan HP IPAQ hw6515. Beberapa ponsel bisa ditambahkan perangkat GPS antara lain SE P910i, Nokia beberapa tipe.