***Selamat Datang di Halaman WEBku yang Pertama***Ayo belajar dan cari pengetahuan diblog sederhana milikku*** ***Selamat Datang di Halaman WEBku yang Pertama***Ayo belajar dan cari pengetahuan diblog sederhana milikku*** ***Selamat Datang di Halaman WEBku yang Pertama***Ayo belajar dan cari pengetahuan diblog sederhana milikku***

Senin, 11 Juni 2012

SUBNETING

A. Pengertian Subneting
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telahanda miliki. Contoh kasus diperiukannya subnetting: Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (28-2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah komputer lebih dari 254 tersebut. Tentu tidak mungkin jika anda harus menempatkan komputer sebanyak itu dalam satu lokasi. Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai. Untuk mensiasati jumlah IP address yang tidak terpakai tersebut dengan jalan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet.
Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah: 2n -2 n adalah jumlah bit yang diselubungi
Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet = 2N – 2 N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.
Dua alasan utama melakukan subnetting:
1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address. Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.
Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
Apa tujuan Subnetting , Mengapa perlu subnetting atau Apa manfaat subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
·         Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
·         Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
·         Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti (penumpukan) akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Alamat IP unicast kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
            Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
            Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Contoh Tabel Subnetting Pada IPv4 kelas C
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
Contoh Subnetting.
CONTOH NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192) (x diambil dari oktet terakhir yaitu sebanyak 2 buah).
·         Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
·         Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Banyak binari nya adalah 6. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
·         Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
·         Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. Hasil akhirnya dapat kita lihat pada Tabel berikut.




Tabel Hasil Akhir

Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
Pengaplikasian IP dan Subnet














B. Pengertian IP Adress
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Karena /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).
Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.
Jenis-jenis IP Address terdiri dari :
1. IP Public
Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28
2. Privat
IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Kesimpulan
1.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 – 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
3. Ipv6
terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73
IP Address direpresentasikan dalam 32 bit data, dan biasanya dituliskan dalam 4
buah angka yang masing-masing merepresentasikan 8 bit bilangan, dan dipisahkan oleh.
Jadi apabila misalnya IP Address memiliki bilangan bit seluruhnya 1, maka akan
dituliskan sebagai 255.255.255.255.
Berdasarkan jumlah host yang dapat dimilik sebuah jaringan, jaringan terbagi atas
5 klas IP, yaitu klas A, B, C, D dan E. Namun karena yang paling sering dan umum
digunakan adalah kelas A, B, dan C, maka kali ini hanya akan dibahas ketiga kelas IP
tersebut.
1.Network kelas A
Jaringan kelas A memiliki ciri bit pertama adalah 0, sedangkan 7 bit berikutnya
mengidentifikasi jaringan, dan 24 bit berikutnya adalah host. Jadi pada kelas ini hanya
akan terdapat 27 jaringan, atau 128 buah jaringan, namun setiap jaringan dapat memiliki
jutaan host (224 buah host). Jadi network kelas A akan memiliki angka pertama dari
IP Address antara 0-127.
Tiade ST.
Jaringan Komputer 2
2.Network kelas B
Apabila dua bit pertama dari IP Address adalah 1 0, maka jaringan tersebut termasuk
dalam jaringan kelas B. Dua bit pertama akan mengidentifikasikan kelas dari jaringan, 14
bit berikutnya akan mengidentifikasikan jaringannya, sedangkan 16 berikutnya
mengidentifikasi host. Ada ribuan jaringan kelas B, dan tiap jaringan memiliki ribuan
host. Angka pertama dari IP Address untuk jaringan kelas B berkisar antara 128-191.

3.Network kelas C
Jaringan kelas C bercirikan tiga bit pertama dari IP Address adalah 1 1 0. Tiga bit
pertama ini mencirikan jenis jaringannya, 21 bit berikutnya mengidentifikasi jaringannya
sendiri, dan 8 bit sisanya mengidentifikasi host. Ada jutaan network kelas C, namun tiap
jaringan hanya memiliki maksimal 254 host. Angka pertama dari IP Address untuk
jaringan kelas C berkisar antara 192-223.
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian
khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan
kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang
memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address
yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network).
Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di
Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua
host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah
kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas).
Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.Jenis kelas address
yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang
meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana
pengembangan untuk beberapa tahun mendatang.
Tiade ST.
Jaringan Komputer 2
Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki
puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer,
koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP
Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia,
mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor
172.16.xxx.xxx .

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host.
Address tersebut adalah :

1.Network Address.
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet.
Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.4.60. Tanpa memakai subnet,
network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat
seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0.
Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet.
Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket
tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address
202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network
address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos.
Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat
surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus
ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian
juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data
2.Broadcast Address.
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui
oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP
memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket
Tiade ST.
Jaringan Komputer 2
tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang Memproses paket
tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.
Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada
pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah
host tujuan.Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim
bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep
broadcast address.
Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada
network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang
sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh
digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu.
Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama
adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada
network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat
seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address
167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2
segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga
11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang
dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
3.Loopback Address.
Yaitu IP address dengan harga 127.0.0.1. Beberapa aplikasi menggunakan alamat ini
untuk keperluan loopbacking process. Secara teori loopback address akan menunjuk
dirinya sendiri didalam jaringan yang menggunakan protokol CTP/IP, sehingga paket
yang dikirim kealamat ini akan kembali ke dirinya
sendiri.
Jika host milik kita ingin bergabung dengan jaringan internet, tentu kita harus
memiliki IP address untuk host kita. IP address bersifat unik, yang artinya dalam satu jaringan internet tidak boleh ada dua host yang memiliki IP address yang sama. Dengan
demikian kita tidak boleh sembarangan memakai IP address sesuka kita. Biasanya kita
mendapatkan IP address dengan jalan membeli dari pihak yang berwenang, misalnya dari
sebuah ISP.
Arsitektur TCP/IP memungkinkan kita menggunakan beberapa range IP address
untuk kepentingan LAN atau intranet secara cuma-cuma dengan suatu kondisi dan
persyaratan tertentu. IP address ini disebut dengan Privat IP address yang daftarnya
dapat dilihat pada tabel dibawah:
.
Tabel 1. IP Private
Address Range
Network Class
10.0.0.0 -10.255.255.255
Class A
172.16.0.0-172.31.255.255.255
Class B
192.168.0.0-192.168.255.255
Class C


C.  Kesimpulan :.
Konsep subnetting dari IP Address merupakan teknik yang umum digunakan di Internet untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address. IP address sangat dibutuhkan oleh komputer yang tergabung dalam suatu Jaringan
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.







DAFTAR PUSTAKA
www.IlmuKomputer.com key word: VLAN dan VLSM
www.pdf-search-engine.com key word: VLAN adalah dan Modul Jaringan
Komputer




Tidak ada komentar:

Posting Komentar